UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA
Profesional · Unggul · Berdaya Saing · Berkolaborasi · Berinovasi
|

Kuliah Tamu Pengelolaan Sampah Perkuat Komitmen PWK USTJ dalam Mendorong Perencanaan Berkelanjutan Berbasis Masyarakat di Papua

3
Akun Administrator 26 September 2026
Berita

Jayapura, 26 September 2026 – Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) kembali menghadirkan ruang pembelajaran yang menghubungkan teori perencanaan dengan praktik nyata di lapangan melalui kegiatan Kuliah Tamu bertema “Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat”. Kegiatan yang berlangsung di Ruang F4 FTSP USTJ ini menghadirkan Lukman Hakim, S.E., Pimpinan Bank Sampah Induk Kenambai Umbai, sebagai narasumber.

Penyelenggaraan kuliah tamu ini sejalan dengan visi Program Studi PWK USTJ untuk menjadi program studi unggulan dalam pengembangan perencanaan wilayah dan kota yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal guna mendukung transformasi wilayah 3T di Papua. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung misi program studi dalam mendorong perencanaan partisipatif dan berbasis komunitas sebagai bagian dari pembangunan wilayah dan kota yang berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Lukman Hakim menjelaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan teknis pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sejak dari tingkat rumah tangga. Menurutnya, perubahan perilaku dalam memilah sampah merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar terhadap kualitas lingkungan, pengurangan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta peningkatan nilai ekonomi dari sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Mahasiswa diperkenalkan pada konsep dasar pemilahan sampah berdasarkan karakteristiknya, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu. Pemahaman mengenai klasifikasi sampah tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Selain membahas aspek lingkungan, narasumber juga menyoroti potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari pengelolaan sampah yang baik. Berbagai contoh produk hasil daur ulang diperkenalkan kepada peserta, mulai dari serat tekstil yang berasal dari botol plastik PET, produk berbahan plastik HDPE dan PP, hingga pemanfaatan kertas, logam, dan kaca sebagai bahan baku industri. Materi ini memberikan gambaran bahwa sampah dapat menjadi bagian dari sistem ekonomi sirkular yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Lukman Hakim juga memperkenalkan program Kenambai Academy, sebuah inisiatif penguatan kapasitas pengelola bank sampah di Papua. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi pengelola melalui pelatihan, praktik lapangan, pendampingan, dan evaluasi sehingga mampu membangun kelembagaan bank sampah yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan. Program tersebut lahir dari kebutuhan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan bank sampah yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari aspek kelembagaan, administrasi maupun operasional.

Suasana diskusi berlangsung aktif. Mahasiswa PWK USTJ tidak hanya membahas persoalan teknis pengelolaan sampah, tetapi juga mengaitkannya dengan isu perencanaan permukiman, pengembangan kawasan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi lokal. Topik ini dinilai sangat relevan dengan kompetensi yang dipelajari dalam bidang Perencanaan Wilayah dan Kota, khususnya pada aspek pembangunan berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, dan perencanaan berbasis komunitas.

Melalui kegiatan ini, Program Studi PWK USTJ berharap mahasiswa semakin memahami bahwa perencanaan wilayah dan kota bukan hanya berbicara mengenai tata ruang dan pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana merancang sistem sosial, ekonomi, dan lingkungan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. Pendekatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi salah satu contoh nyata bagaimana perencanaan partisipatif dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kuliah tamu ini sekaligus memperkuat komitmen Program Studi PWK USTJ dalam membangun jejaring kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas dan lembaga masyarakat, sebagai bagian dari upaya menghasilkan lulusan yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi agen perubahan bagi pembangunan wilayah Papua.

"Melalui pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah tangga, masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan."